JAMBI – Seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau Narapidana (Napi) Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Tanjab Timur, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.
Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Geragai, Iptu Budi Sitinjak, saat di wawancarai Selasa 9 Mei 2023, di ruang kerjanya. Dirinya menjelaskan, kabar terkait adanya Napi yang nekat gantung diri ini ia terima pada hari Senin 8 Mei 2023.
“Malam itu sekitar jam 7 malam, Kepala Lapas nya ada menghubungi saya dan mengabarkan bahwa ada seorang Napi yang nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri,” jelasnya.
Mendapat laporan itu, Kapolsek bersama anggota langsung menuju ke Lapas tersebut yang berada di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab Timur.
Setibanya di lokasi, anggota Polsek Geragai mendapati tubuh korban yang masih tergantung dengan seutas tali yang terikat di lehernya dan pada bagian ujung tali terikat pada besi jeruji ventilasi udara.
Menurut keterangan saksi, sebelum diketahui bahwasanya korban nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri ini, korban pertama kali berniat ingin buang air ke kamar mandi klinik yang ada di Lapas itu, sekitar pukul 17.40 wib hari itu.
Selanjutnya, petugas kemudian berupaya masuk ke kamar mandi itu dengan cara menjebol bagian dek atas kamar mandi itu, dan mendapati korban telah tergantung diri.
Korban menggunakan ember yang ada di dalam kamar mandi klinik lapas itu sebagai pijakan untuk mengikatkan tali ke jeruji ventilasi.
“Menurut keterangan rekan korban sesama Napi di Lapas tersebut, dalam kesehariannya korban adalah sosok yang ramah dan baik,” tuturnya.
Selain itu, masih dari keterangan rekannya, Napi atas nama M. Al Ridho ini memang sempat bercerita bahwasannya ia tengah mengalami permasalahan asmara dengan seorang wanita.
“Dari hasil visum itu didapati, pada leher korban terdapat bekas jeratan tali yang berbentuk huruf V, pada bagian anus juga mengeluarkan kotoran serta pada bagian alat kelamin korban mengeluarkan sperma atau air mani,” sebutnya.
Usai dilakukan visum luar ini, pihak keluarga Napi tersebut juga meyakini bahwa korban meninggal akibat gantung diri, dan bersedia membuat surat pernyataan terkait hal itu.

















