BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW PA) Banda Aceh menilai, kampanye rapat umum atau terbuka tak lagi efektif meraup suara dari para calon pemilih. Dialog langsung dengan menjumpai masyarakat dianggap lebih berpotensi.
Pernyataan itu disampaikan Ketua DPW PA Banda Aceh, Faisal Saifuddin menanggapi belum adanya partai politik (parpol) maupun calon anggota legislatif (caleg) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 melakukan kampanye terbuka.
“Kampanye lewat rapat umum terbuka dari pengalaman kita kurang efektif. Sehingga lebih memilih pertemuan dialogis dalam konteks lebih kecil,” kata Faisal, saat dikonfirmasi AJNN, Kamis, 25 Januari 2024.
Faisal mengatakan kampanye terbuka seumpama menunjukkan kekuatan atau show of force dari sebuah partai maupun caleg. Kurang terjadi interaksi langsung, selain hanya mendengarkan pemaparan program dijanjikan.
Faisal mengatakan kampanye terbuka seumpama menunjukkan kekuatan atau show of force dari sebuah partai maupun caleg. Kurang terjadi interaksi langsung, selain hanya mendengarkan pemaparan program dijanjikan
Hal ini meyakinkan Partai Aceh menggunakan metode turun ke pemukiman melakukan dialog langsung dengan masyarakat.
Para caleg maupun partai dapat mendengarkan serta bertukar saran hingga masukan dari calon pemilih, meski dalam pertemuan kecil.
Cara seperti itu dinilai Faisal lebih efektif, dibandingkan menggelar kampanye terbuka tanpa bisa memberikan tanggapan setiap program atau interaktif. Hasil dialog juga bisa menjadi program bersama untuk partai maupun caleg jika terpilih.
“Tidak terlalu banyak orang tetapi sasarannya lebih tersampaikan,” ujar Ketua DPW PA Banda Aceh itu.
Faisal menyampaikan DPW PA Banda Aceh belum ada rencana melakukan kampanye terbuka secara mandiri. Namun jika Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh membuat rapat umum, pihaknya tetap ikut berpartisipasi.
Sehubungan dengan itu, Partai Aceh dalam Pemilihan Legislatif 2024 menargetkan empat kursi untuk DPRK Banda Aceh. Jumlah ini dinilai lebih realistis karena mengingat pada pemilihan sebelumnya, partai yang berdiri 7 Juni 2007 tersebut mendapatkan dua kursi. (ajnn)
















