BANDAR LAMPUNG – Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 31 Bandar Lampung, Rini, memastikan seluruh siswanya yang sebelumnya diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis (MBG) kini sudah kembali beraktivitas normal dan masuk sekolah.
“Udah sekolah semua. Artinya yang kondisinya sudah membaik, sekarang sudah masuk sekolah. Anak-anak sudah penuh,” kata Rini, Kamis (4/9).
Rini menyebutkan, semua data terkait siswa yang diduga keracunan sudah diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes). “Data semuanya sudah dikirim ke Dinkes. Udah selesai di Dinas,” ujarnya.
Menurutnya, peristiwa dugaan keracunan terjadi pada Jumat pekan lalu. Akibat kejadian itu, sekolah sempat diliburkan pada Senin, sementara Sabtu memang merupakan hari libur.
Namun, Rini menegaskan bahwa jumlah siswa yang terdampak tidak bisa digeneralisasi. “Kalau dipukul rata berapa jumlah siswa yang keracunan itu nggak bisa. Yang diopname cuma beberapa orang. Ada yang mual, perut mules, susah BAB, ada juga yang cuma berobat ke puskesmas,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak penyedia MBG sudah memberikan obat, sementara tim puskesmas, Dinkes, dan BPOM juga turun langsung ke sekolah untuk memeriksa kesehatan siswa dan mengambil sampel makanan.
Rini mengatakan, makanan MBG yang dibagikan selama ini dinilai higienis. “Saya lihat sendiri karena kami ikut mendistribusikannya. Lauknya ayam katsu atau ayam kecap, ada sayur, ada buah, dan semuanya ditutup plastik. Jadi saya rasa higienis,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Susmiati, meminta agar informasi lebih detail soal kasus ini dikonfirmasi langsung ke Dinas Pendidikan. “Kalau mau lebih jelas, ke Dinas aja. Informasinya lebih akurat karena dinas menaungi kepala sekolah,” katanya. (rm)

















