YOGYAKARTA – Program Studi Pariwisata Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Lampung melaksanakan kegiatan Field Study, Talkshow, sekaligus benchmarking Program Studi di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) AMPTA Yogyakarta pada 30 Januari 2026 di Yogyakarta.
Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Sumber Daya Manusia Pariwisata yang Berdaya Saing di Era Digital” sebagai wujud komitmen institusi dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap transformasi teknologi serta perkembangan industri pariwisata. Selain sebagai sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk melakukan benchmarking pengelolaan akademik dan pengembangan kurikulum Program Studi Pariwisata.
Rombongan IIB Darmajaya dipimpin oleh Dekan Fakultas Desain, Hukum, Pariwisata, dan Teknologi (DHPT), Dr. Handoyo Widi Nugroho, S.Kom., M.T.I., didampingi Ketua Program Studi Pariwisata, Dr. Anggalia Wibasuri, S.Kom., M.M., sejumlah dosen, serta 27 mahasiswa semester V.
Kegiatan ini diterima oleh jajaran pimpinan STP AMPTA Yogyakarta, yakni Ketua STP AMPTA Yogyakarta Drs. Prihatno, M.M., Pembantu Ketua I Bidang Akademik Arif Dwi Saputra, M.M., serta Kaprodi S1 Pariwisata Fian Damasdino, S.IP., M.Sc.
Dekan Fakultas DHPT IIB Darmajaya, Dr. Handoyo Widi Nugroho, menegaskan bahwa penguatan kompetensi digital menjadi kebutuhan utama dalam pendidikan pariwisata saat ini. Ia menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking ini penting untuk menyelaraskan kurikulum, metode pembelajaran, serta penguatan kewirausahaan mahasiswa berbasis teknologi.
“Kita berada di era di mana pariwisata sangat dipengaruhi oleh teknologi. Karena itu, perguruan tinggi harus memastikan mahasiswanya memiliki literasi digital, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi agar mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Prodi Pariwisata IIB Darmajaya, Dr. Anggalia Wibasuri, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberi pengalaman belajar yang relevan dengan tantangan industri sekaligus penguatan kualitas akademik program studi. Menurutnya, melalui benchmarking, Prodi dapat mempelajari praktik baik pengelolaan akademik, integrasi teknologi dalam pembelajaran, serta pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang pariwisata digital.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga memahami bagaimana dunia akademik dan industri pariwisata bergerak mengikuti perkembangan digital. Ini penting agar mereka tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan peluang,” ungkapnya.
Melalui kegiatan field study, talkshow, dan benchmarking ini, kedua institusi diharapkan dapat memperkuat kolaborasi akademik sekaligus mendukung lahirnya sumber daya manusia pariwisata yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di era digital. (*)















