BandarlampungHankamHeadlineLampung Raya

Anggota Koramil 410-01/Panjang Bersama Tim Gabungan Pantau Daerah Terdampak Cuaca Ekstrem

BANDAR LAMPUNG –  Cuaca ekstrem dengan hujan deras yang melanda wilayah Kota Bandar Lampung, Selasa siang (3/2), berimbas pada terjadinya sejumlah bencana di Kelurahan Campang Raya. Bersama dengan tim gabungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait, Babinsa setempat, Sertu Andreswan dari Koramil 410-01/Panjang, segera bergerak untuk memantau dan menangani lokasi-lokasi terdampak.

Terdapat tiga titik utama yang menjadi fokus penanganan. Pertama, genangan banjir di Jalan Tirtayasa Simpang Tiga Jalan TMMD, Kampung Bukit Laban. Kedua, banjir yang merendam 8 unit rumah beserta perabotan rumah tangga di Kampung Penitrik, Jalan Alimudin Umar RT.02. Ketiga, dan yang cukup serius, adalah robohnya talut (tembok penahan tanah) setinggi 5 meter dan lebar 6 meter di Kampung Kedaung RT.06, yang menyebabkan aliran air tersumbat.

Meskipun bencana menyebabkan kerugian material, berkat respons cepat dan sinergi yang solid, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hal ini menjadi catatan penting dalam upaya penanggulangan bencana.

Kegiatan penanganan ini dilaksanakan secara bersama-sama dalam sebuah koordinasi terpadu. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Sukabumi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandar Lampung, Lurah Campang Raya, Ketua Lingkungan dan RT setempat, serta anggota BPBD dan Damkar Kota Bandar Lampung. Kehadiran perwakilan dari berbagai instansi ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dan TNI dalam menghadapi keadaan darurat.

“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Langkah koordinasi dan evakuasi dilakukan secepat mungkin. Fokus kami adalah membantu warga, memastikan keamanan, dan bersama-sama memulihkan kondisi,” ujar Babinsa Campang Raya, Sertu Andreswan, yang memimpin penanganan di lapangan.

Kecepatan dan kesigapan Babinsa Kodim 0410/KBL ini merupakan wujud nyata dari pengabdian TNI, khususnya satuan teritorial, kepada masyarakat. Kehadiran mereka di tengah kesulitan warga memperkuat fungsi “Teritorial sebagai Perekat Bangsa”, sekaligus merefleksikan semangat “Tetap Semangat, Pantang Menyerah, Selalu Gembira dalam Tugas” yang menjadi pedoman prajurit. (*)

Related Posts