BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama unsur Forkopimda Provinsi Lampung memantau pengamanan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Bandarlampung, Rabu (31/12/2025).
Pemantauan yang dilakukan di Mapolresta Bandarlampung tersebut dirangkaikan dengan mengikuti arahan Operasi Lilin 2025 secara virtual yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamarí Chaniago, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta dihadiri beberapa jajaran kementerian terkait.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran aparat keamanan gabungan dari seluruh Indonesia yang menyampaikan laporan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang pergantian tahun.
Dalam laporannya, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyampaikan bahwa situasi kamtibmas di wilayah Provinsi Lampung terpantau aman dan kondusif. Sejak 20 Desember 2025, sebanyak 4.021 personel gabungan telah disiagakan, terdiri atas 2.168 personel Polri, 850 personel TNI, serta 1.003 personel dari unsur pemangku kepentingan terkait. Selain itu, disiapkan 42 pos pengamanan, 26 pos pelayanan, dan 2 pos terpadu yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.
Kapolda juga melaporkan bahwa pengamanan perayaan Natal dilakukan melalui monitoring terhadap 1.068 gereja di Provinsi Lampung selama rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru.
Sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera, arus mobilitas masyarakat di Provinsi Lampung menjadi perhatian utama. Tercatat sebanyak 28 sarana transportasi laut dioperasikan, dengan tambahan lima unit kapal selama masa libur akhir tahun. Rata-rata pergerakan penumpang mencapai 36.000–40.000 orang per hari, dengan puncak tertinggi pada 25 Desember 2025 sebanyak 53.000 penumpang dan 14.500 kendaraan. Dari sisi transportasi udara, tercatat 505 penerbangan sejak 20 Desember 2025 dengan jumlah penumpang mencapai 4.030 orang, sementara angkutan bus mencatat pergerakan sekitar 60–90 unit per hari.
Pengamanan juga difokuskan pada titik-titik keramaian malam pergantian tahun. Di Kota Bandar Lampung terdapat 19 titik kumpul masyarakat dengan estimasi 19.000 orang, dengan konsentrasi terbanyak di kawasan Tugu Adipura sekitar 5.000 orang. Di wilayah lain, Lampung Selatan tercatat sekitar 5.500 orang, Lampung Utara sekitar 400 orang, dan Kabupaten Mesuji sekitar 800 orang. Seluruh rangkaian kegiatan hingga malam pergantian tahun berlangsung aman dan terkendali.
Untuk mengantisipasi kepadatan di Pelabuhan Bakauheni, telah disiapkan lima rest area dengan kapasitas masing-masing hingga 145 kendaraan sebagai bagian dari skema pengendalian lalu lintas.
Wakil Menteri Perhubungan Suntana dalam arahannya mengapresiasi langkah pengamanan yang telah dilakukan oleh Polda Lampung dan seluruh jajaran. Ia mengingatkan potensi anomali cuaca serta kelelahan masyarakat pada arus balik, khususnya di jalur penyeberangan Lampung–Jawa. Ia berpesan agar jajaran memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat guna meringankan beban psikologis dan meminimalkan risiko kecelakaan.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Lampung, TNI, dan seluruh unsur terkait atas pengamanan yang optimal. Menurutnya, kondisi keamanan yang semakin kondusif memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam beribadah maupun beraktivitas.
“Keamanan Lampung yang semakin kondusif menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor. Ini menjadi salah satu fondasi utama bagi Lampung untuk terus maju di tahun 2026,” ujar Gubernur.
Dengan sinergi seluruh unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan terkait, Pemerintah Provinsi Lampung memastikan pengamanan malam pergantian Tahun Baru 2026 berjalan aman, tertib, dan kondusif. (*)















