HeadlineSumatera

Herman Deru Instruksikan Kabupaten/kota Percepat Pembentukan FU3-SS

PALEMBANG – Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, ulama memiliki peran penting dalam keberlangsungan pembangunan daerah, termasuk di Sumsel.

Dimana, ulama dapat menjadi jembatan bagi umaro atau pemerintah dengan masyarakat, sehingga pembangunan di segala sektor dapat terus dilakukan.
“Kita memiliki peran yang sama dalam kemaslahatan umat. Semua pihak harus saling berkolaborasi sehingga kemaslahatan itu dapat diwujudkan melalui pembangunan yang membawa kemajuan,” kata Herman Deru saat Rapat Koordinasi Forum Ukhuwah Ulama Umaro Sumsel (FU3-SS) di ruang rapat Bina Praja Setda Provinsi Sumsel, Selasa (20/12).

Herman Deru menjelaskan, secara fisik, saat ini pembangunan memang telah berjalan baik. Namun, pembangunan itu juga harus didukung dengan pondasi spiritual yang baik agar bisa berjalan secara berkesinambungan.
“Setiap orang selalu bicara hasil akhir yang telah dilakukan. Tapi hasil akhir ini tidak akan berjalan sesuai harapan jika tidak ditopang pondasi yang kuat. Dan ulama ini yang menjadi pondasi dari pembangunan itu sehingga apa yang telah dikerjakan termanfaatkan dan yang akan dilakukan dapat terlaksana,” terangnya.

Sebab itulah, Gubernur Herman Deru menekankan, agar FU3-SS di Kabupaten dan Kota segera dilantik dan dikukuhkan sehingga dapat menjembatani setiap persoalan yang terjadi di masyarakat.

“FU3-SS ini adalah jembatan. Dan ulama yang tergabung di dalam forum ini lebih tahu kondisi umat di lapangan karena ulama tempat curhat masyarakat. Karena ini, segera bentuk forum ini di Kabupaten dan Kota di Sumsel ini,” tuturnya.

Diketahui, FU3-SS sendiri telah terbentuk pada tahun 2005 lalu. Namun keberadaanya sempat vakum sementara waktu.

“Oleh sebab itu, kesamaan persepsi harus terus dibangun agar forum ini tidak mengalami kevakuman lagi. Jangan campur adukan antara persoalan institusi atau forum ini dengan persoalan individu,” tegasnya.
“Saya minta peran besar ulama untuk mengedukasi umat, termasuk juga membimbing umaro itu sendiri,” paparnya.

Sementara itu, Ketua FU3-SS Ustad H Solihin Hasibuan mengatakan, berdirinya FU3-SS sebagai angkah untuk meningkatkan pembangunan spritual.

“Selain pembangunan fisik, pembangunan spritual juga harus dibangun. Keduanya harus selaras dan berjalan beriringan,” katanya.

Tidak hanya itu, FU3-SS juga sebagai wada silahturahmi antara ulama, umaro dan masyarakat.

“Intinya, ini juga sebagai sarana silahturahmi kita. Karena itulah kita terus menggeber agar di kabupaten dan kota segera terbentuk forum ini,” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Ulama Sumsel KH Fahrurozi Syarkowi, Kabid Penerangan Agama Islam Kemenag Sumsel Kholil Azmi, Sekretaris MUI Sumsel KH Said Ahmad Farid, dan sejumlah pihak lainnya.(pp)

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.