BANDAR LAMPUNG – Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali terlihat di wilayah Kota Bandar Lampung. Pada Sabtu (16/02/2026) pagi, personel TNI dari Koramil 410-02/TBS bersama masyarakat dan jajaran Pemerintah Kelurahan bahu-membahu melaksanakan kerja bakti pembersihan saluran air di Jl. WR. Supratman, RT 08 Lk-I, Kelurahan Gunung Mas, Kecamatan Tanjung Karang Barat
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dipimpin oleh Babinsa setempat, Serma Harris. Ia turut mengajak serta Lurah Gunung Mas, para Ketua Rukun Tetangga (RT), Kepala Lingkungan (Kaling), serta personel Perlindungan Masyarakat (Linmas) untuk bersama-sama membersihkan aliran Kali Way Sekampung.
Fokus utama dari kerja bakti ini adalah mengatasi penyumbatan aliran sungai yang diakibatkan oleh tumpukan sampah, endapan pasir, dan batu. Material penghambat tersebut dinilai dapat mengurangi kapasitas aliran air dan berpotensi menimbulkan luapan saat hujan deras. Dengan pembersihan secara manual ini, diharapkan aliran air kembali normal dan risiko banjir di pemukiman warga dapat dicegah.
“Kegiatan seperti ini adalah wujud nyata kedekatan TNI dengan masyarakat. Kami ingin memastikan lingkungan bersih dari hambatan, khususnya saluran air ini, agar warga tidak was-was akan datangnya banjir,” ujar Serma Harris di sela-sela kegiatan.
Momen kerja bakti tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dan menjalin komunikasi sosial (komsos) antara aparat kewilayahan dengan warga. Perbincangan santai yang terjalin di sela-sela istirahat menjadi media efektif untuk bertukar informasi mengenai situasi dan perkembangan di Kelurahan Gunung Mas.
“Kami ingin terus hadir di tengah-tengah warga. Dengan sering bertemu dan bercengkerama seperti ini, kita bisa saling mengenal dan bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” tambahnya.
Kegiatan pembersihan yang berlangsung penuh keakraban tersebut rampung pada pukul 09.30 WIB dalam keadaan aman dan lancar. Aliran Kali Way Sekampung yang sempat tersumbat kini kembali mengalir normal, berkat kerja sama solid antara Babinsa, perangkat kelurahan, dan masyarakat setempat. (*)

















