HeadlineLampung RayaPendidikan

Seminar Internasional FTK UIN RIL: Guru Jadi Kunci Sukses Pendidikan Abad 21

BANDAR LAMPUNG – Seminar Internasional yang digelar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) di hari kedua, Selasa (16/09/2025) menghadirkan dua narasumber dari Indonesia, yakni Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd., dari Universitas Lampung dan Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D., dari FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Keduanya menegaskan pentingnya kualitas sumber daya manusia, khususnya guru, sebagai kunci keberhasilan pendidikan abad 21.

Prof. Herpratiwi menekankan bahwa tantangan pendidikan di Indonesia, baik di madrasah maupun sekolah umum, relatif sama. Ia menegaskan, kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh bangunan megah, kurikulum baru, atau sarana prasarana, melainkan kompetensi guru sebagai inti pembelajaran.

Guru abad 21, menurutnya, dituntut mampu mengembangkan empat keterampilan utama atau 4C bagi siswa, yaitu berpikir kritis (critical thinking), kreativitas (creativity), kolaborasi (collaboration), dan komunikasi (communication).

Lebih lanjut, Herpratiwi menyoroti perlunya pembelajaran yang berpusat pada siswa, kontekstual, memanfaatkan teknologi, serta mendorong kemandirian dan keberanian siswa untuk bertanya dan berpendapat. Ia mengingatkan masih banyak madrasah yang menghadapi keterbatasan fasilitas dan akses teknologi, sementara tidak semua guru menguasai metode pembelajaran abad 21.

Ia mencontohkan praktik baik melalui proyek sains sederhana dengan barang bekas, internet, dan kerja kelompok, yang tidak hanya mentransfer pengetahuan tetapi juga membentuk karakter seperti kejujuran, toleransi, dan saling menghargai

“Pendidikan abad 21 hanya akan berhasil jika guru mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan melek teknologi. Kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi sederhana dapat menjadi solusi untuk mencetak generasi unggul dan siap menghadapi masa depan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Prof. Siti Nurul Azkiyah menambahkan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi Muslim yang beriman sekaligus kompetitif di tingkat global.

Menurutnya, guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, berinovasi dalam metode pengajaran, dan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan keterampilan abad 21.

Selain 4C, ia menekankan literasi data, literasi media dan informasi, serta moderasi beragama juga perlu diperkuat agar lulusan madrasah tidak hanya unggul di tingkat lokal, tetapi mampu bersaing secara global.

Ia mengurai sejumlah tantangan pendidikan Islam saat ini, di antaranya distribusi guru yang belum merata, keterbatasan akses pelatihan profesional dan teknologi digital, serta kurikulum yang masih kurang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Madrasah harus mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Prof. Siti menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga. Menurutnya, kemitraan dengan universitas, industri, dan sekolah lain sangat dibutuhkan untuk memperluas jejaring global sekaligus memberi pengalaman nyata bagi siswa. Ia juga mendorong dukungan pemerintah dalam bentuk reformasi kurikulum, penyediaan infrastruktur, serta pelatihan guru yang berkelanjutan. (An/NF)

Related Posts