HeadlineHiburanLampung Raya

Asyiknya Wisata ke Taman Kupu-Kupu

BANDAR LAMPUNG – Bagi warga masyarakat Provinsi Lampung yang menginginkan menikmati rerimbunan pepohonan dari ratusan jenis dan melihat berkelebatannya sekitar 200 spesies kupu-kupu, tempat yang paling tepat adalah datang ke Taman Kupu-Kupu Gita Persada.

Lokasinya sangat mudah ditemukan dan dijangkau. Yaitu di tepian jalan raya kawasan Sumberrejo, Kemiling, Bandar Lampung. Dengan luas lahan sekitar 5 Ha, tempat wisata edukasi ini benar-benar membawa kesegaran tersendiri.

Bagaimana tidak. Terdapat ratusan jenis pohon, yang rata-rata ditanam sejak tahun 1997-an. Saat pertama kali sang legenda penggiat pelestarian lingkungan Lampung, Anshori Djausal, membuka lahan di wilayah tersebut dan menanaminya dengan beragam pepohonan.

Dan yang pasti, ribuan pohon yang membawa kesegaran tersendiri itu, merupakan tetumbuhan asli Indonesia. Bahkan bisa dibilang, 90% merupakan tanaman yang biasa tumbuh di Provinsi Lampung.

“Dulu, tahun 1990-an, kalau pas pulang ke kampung di Lampung Utara, saya minta para tetangga untuk mencarikan berbagai jenis pohon yang ada di desa kami. Saya siapkan tempat mereka menanamnya. Beberapa bulan kemudian, saya datang, ambil pohon-pohon itu. Dan saya tanam di sini,” tutur Anshori Djausal, Jum’at (12/1/2024) siang, di Taman Kupu-Kupu Gita Persada.

Seiring berjalannya waktu, Anshori Djausal yang memang pecinta pelestarian lingkungan sering melakukan perjalanan ke berbagai kawasan hutan dan gunung di Lampung. Selalu ia menemukan pohon-pohon spesial yang kemudian ditanam di Taman Kupu-Kupu-nya.

Ia menjelaskan, saat ini lebih dari 200 jenis pepohonan yang hidup di kawasan yang memang sangat rimbun tersebut.
Anshori Djausal juga sangat menyayangi hewan kupu-kupu. Awalnya, ia menaruhkan hewan cantik itu dalam tempat tersendiri. Karena ia melihat, di negara lain kupu-kupu harus dijaga kelestariannya dengan berbagai cara yang spesial.

Namun, dalam perjalanannya, mantan dosen Unila tersebut menyadari, bila pepohonan yang ia tanam justru merupakan tempat kupu-kupu menikmati kehidupannya. Maka, ia bebas-liarkan kupu-kupu yang ada di kawasan yang memang sangat teduh menyegarkan tersebut.
Meski, tetap ia mempertahankan proses pengembangbiakan kupu-kupu di dalam tempat yang spesial. Karena hampir setiap hari, ada saja kupu-kupu yang telah waktunya untuk dibebas-liarkan di wilayah hutan buatannya itu.

Taman Kupu-Kupu Gita Persada juga memiliki museum kupu-kupu. Yang bisa dibilang merupakan yang terlengkap di Indonesia. Dan Jum’at (12/1/2024) sore kemarin, tampak beberapa mahasiswa tengah berkunjung ke museum tersebut. Mempelajari keunikan hewan cantik itu.

Pada saat bersamaan, ada juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung, Emilia Kusumawati, didampingi seorang stafnya. Pejabat wanita energik itu tampak berdiskusi serius dengan Anshori Djausal yang memang dikenal sebagai “kamus hidup” mengenai kelestarian lingkungan, kebudayaan, politik, dan lain sebagainya.
Anshori Djausal pun mengajak Emilia Kusumawati dan tamunya untuk berjalan menapaki kawasan Taman Kupu-Kupu miliknya.

“Kalau kita putari jalur ini, panjangnya 2,5 Km. Perlu waktu setidaknya dua jam,” kata Anshori Djausal yang langsung menjadi guide.

Tokoh Lampung itu dengan lugas dapat menjelaskan nama dan kekhasan masing-masing kupu-kupu maupun pepohonan yang ada disana. Ia paham benar mengenai karakteristik tanaman yang ada, termasuk tanaman kopi hutan yang ia sebut sebagai kopi khas Lampung yang sesungguhnya.
Kawasan Taman Kupu-Kupu juga memiliki beberapa tempat unik dan strategis untuk para pengunjung bersantai. Pada lokasi-lokasi tertentu, Anshori Djausal menyiapkan tempat duduk. Pun tersedia lahan jika ada yang ingin camping.

Diakui Anshori, sebelum era pandemi Covid-19 tempat wisata edukasi ini ramai dikunjungi warga masyarakat. Utamanya anak-anak sekolah. Bantuan CSR dari BUMN pun mengalir.

“Sekarang ini, kami tengah dalam proses bangkit kembali. Namun, setiap hari tetap ada saja warga masyarakat yang berkunjung kesini. Kami akan terus benahi lokasi wisata edukasi ini semaksimal mungkin, untuk kita bisa bersama-sama terus menyegarkan jiwa dengan mencintai dan berdialog dengan alam,” tutur Anshori Djausal. (fjr)

Related Posts