BANDAR LAMPUNG – Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia merilis data jumlah siswa putus sekolah tahun ajaran 2023/2024.
Rilis itu menunjukkan, di Provinsi Lampung sebanyak 1.432 siswa dari berbagai jenjang putus sekolah.
Sebanyak 1.432 siswa putus sekolah itu berasal dari berbagai tingkatan dan tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) sebanyak 833 orang, sekolah menengah pertama (SMP) 280 orang, sekolah menengah atas (SMA) 171 orang, dan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebanyak 148 orang.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, mengatakan faktor putus sekolah di Lampung didominasi karena faktor ekonomi, dan beberapa faktor lainnya.
Indeks pembangunan manusia (IPM) Lampung yang belum maksimal, juga menjadi salah satu penyebab angka putus sekolah masih tinggi.
“IPM di beberapa daerah seperti Kota Bandarlampung, Kota Metro, dan Kabupaten Pringsewu terbilang sudah bagus,” kata Fahrizal Darminto, kepada awak media.
Namun menurut Fahrizal, IPM beberapa daerah seperti Kabupaten Mesuji, masih rendah, sehingga angka putus sekolah juga terbilang masih tinggi.
“Persoalan ini tidak bisa diselesaikan satu dinas, namun harus melibatkan berbagai pihak. Jadi kita juga membangun ekonomi masyarakat dan budaya, sehingga masyarakat mengetahui pentingnya pendidikan sebagai bekal bagi generasi muda,” ujarnya.
Meskipun demikian, Fahrizal menyebut, IPM Lampung terus membaik, bahkan pada 2023 mencapai 72,48, atau naik 0,69 poin dari 2022 yakni 71,79.
“Angka putus sekolah tidak bisa ditekan hingga 0 persen, namun kita akan berupaya semaksimal mungkin memberikan kemudahan bagi siswa agar tetap dapat mengenyam pendidikan,” ucap Fahrizal. (ri)

















