HeadlineLampung RayaPolitik

Lesty Nilai Pembatasan Medsos dan Gim Daring Penting Lindungi Anak

BANDAR LAMPUNG – Kebijakan pembatasan penggunaan media sosial dan gim daring bagi anak-anak dinilai sebagai langkah positif dalam melindungi perkembangan psikologis dan sosial generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Lesty Putri Utami, menilai pembatasan tersebut sejalan dengan fungsi pengawasan yang selama ini menjadi tanggung jawab keluarga.

Menurutnya, di era digital saat ini, anak-anak sangat mudah mengakses berbagai konten melalui gawai, sehingga diperlukan batasan yang jelas.

“Kalau kita lihat, memang ada lebih banyak dampak negatif dibandingkan manfaatnya jika tidak diawasi dengan baik. Jadi langkah pemerintah ini cukup baik dan patut didukung,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lampung itu menambahkan, penggunaan media sosial dan gim daring yang berlebihan kerap berdampak pada menurunnya perhatian anak terhadap kewajiban, seperti tugas sekolah dan aktivitas di rumah.

Selain itu, interaksi sosial anak juga berpotensi terganggu.

“Ini berpengaruh pada perkembangan psikologi dan sikap sosial anak. Mereka bisa jadi kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Meski demikian, Lesty menekankan bahwa peran orang tua tetap menjadi kunci utama dalam mengontrol penggunaan teknologi oleh anak. Kebijakan pemerintah, kata dia, hanya bersifat sebagai pendukung, bukan pengganti peran keluarga.

Ia mengaku telah menerapkan sistem pengawasan berbasis aplikasi untuk memantau aktivitas digital anak. Melalui aplikasi tersebut, ia dapat mengatur waktu penggunaan gim hingga memantau konten yang diakses.

“Saya pakai aplikasi yang bisa menghubungkan ponsel saya dengan ponsel anak. Jadi saya bisa mengatur kapan waktunya mereka berhenti, bahkan bisa mengunci dari jarak jauh,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, ia mengimbau para orang tua untuk lebih melek teknologi agar tidak tertinggal dari anak-anak dalam hal penggunaan perangkat digital.

“Orang tua harus lebih memahami teknologi, bahkan lebih dari anak-anaknya. Dengan begitu, pengawasan bisa berjalan efektif,” pungkasnya. (rm)

Related Posts