BandarlampungHeadlineLampung Raya

Lewat BIAS dan Posyandu, Dinkes Bandar Lampung Perluas Jangkauan Imunisasi Campak

BANDAR LAMPUNG –  Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mengakui masih menghadapi berbagai kendala dalam pelaksanaan imunisasi campak, baik di puskesmas maupun di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengungkapkan rendahnya partisipasi masyarakat menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi tenaga kesehatan di lapangan.

“Partisipasi masyarakat masih rendah, banyak orang tua yang tidak membawa anak ke posyandu atau tidak memberikan izin imunisasi di sekolah,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Selain itu, pemahaman masyarakat terkait pentingnya imunisasi juga dinilai masih belum merata. Sebagian orang tua masih ragu bahkan menolak vaksinasi karena informasi yang tidak tepat.

Menurutnya, maraknya hoaks terkait efek samping vaksin, isu kehalalan, hingga kekhawatiran terhadap efek ringan seperti demam dan bengkak turut memengaruhi keputusan orang tua.

“Pengaruh tokoh masyarakat yang menolak vaksin juga menjadi tantangan tersendiri,” tambahnya.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan memastikan koordinasi lintas sektor terus diperkuat, khususnya dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama dalam pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Petugas puskesmas melalui program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) aktif berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menyusun jadwal imunisasi, sekaligus memberikan edukasi kepada guru dan tenaga pendidik.

Sekolah juga dilibatkan dalam menyiapkan data siswa sasaran, hingga mendukung pelaksanaan imunisasi dengan menyediakan fasilitas dan pendampingan selama kegiatan berlangsung.

Untuk mengatasi keraguan masyarakat, Dinas Kesehatan terus menggencarkan edukasi terkait bahaya penyakit campak serta pentingnya imunisasi sejak dini.

Sosialisasi dilakukan mulai dari posyandu hingga sekolah, dengan melibatkan kader kesehatan, PKK, tokoh masyarakat, hingga instansi terkait.

Selain itu, klarifikasi terhadap informasi hoaks juga terus dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial resmi, penyebaran poster, leaflet, hingga spanduk.(rm)

Related Posts