HeadlineHukum & KriminalLampung Raya

Maraknya Suku Ambon di Lampung, Laskar Merah Putih Beri Waktu 24 Jam Tinggalkan Lampung

BANDAR LAMPUNG – Ketua Macam Laskar Merah Putih Kota Bandar Lampung, Mawardi Shobier, SH.MH menegaskan apabila suku Ambon tidak meninggalkan Lampung dalam waktu 24 jam, maka Jajaran pengurus dan anggota Laskar Merah Putih Kota Bandar Lampung siap menurunkan pasukan inti guna mengusir ratusan etnis dari Indonesia Timur tersebut yang mengganggu kondusifitas keamanan di Lampung.

Hal tersebut dikatakan Mawardi Shobier menyikapi maraknya preman asal Ambon dan Flores di kawasan Universitas Malayati – Rajabasa Bandar Lampung.
“Prinsipnya kami mengedepankan persoalan ini ke Aparat Penegak Hukum dalam hal ini TNI dan Polri. Namun apabila tidak ada penyelesaian secara persuasif Laskar Merah Putih Kota Bandar Lampung bersama elemen masyarakat lainnya siap menurunkan pasukan. Dalam waktu 24 Jam mereka harus meninggalkan Lampung,” katanya.
Hal ini juga telah mendapat restu dari Ketua Laskar Merah Putih Provinsi Lampung H. Johan Nasri beserja jajaran pengurus lainnya.
Dia menambahkan ramainya suku Ambon di Universitas Malahayati tersebut telah melanggar teritorial dan harga diri orang Lampung.
“Jangan mengganggu Pi’il Pesenggiri kami ya wahai orang timur. Silahkan saja kalian bermain di wilayah lain. Tapi jangan sesekali kalian usik kami, maka kami akan tunjukkan karakter asli Suku Lampung,” tegas Mawardi Shobier (minggu, 2 maret 2025).
Dia akhir statemen nya, Mawardi menilai perbuatan oknum Suku Ambon itu telah menebar kebencian terhadap orang Lampung.
“Saya meminta kepada TNI dan Polri serta Tokoh Masyarakt Ambon untuk segera menarik diri dari Lampung sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi,” tutupnya.(One’)

Related Posts