BandarlampungHeadlineLampung Raya

Pemkot Bandar Lampung Terapkan 20 Persen WFH, Bertahap Naik Jadi 50 Persen

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai menerapkan skema work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebesar 20 persen sebagai tahap awal transformasi budaya kerja.

Kebijakan ini akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 50 persen, seiring evaluasi pelaksanaan di lapangan.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, penerapan WFH saat ini masih dalam masa transisi dan akan terus disempurnakan.

“Alhamdulillah saat ini sudah berjalan 20 persen. Insyaallah minggu depan akan kita evaluasi lagi, targetnya bisa meningkat menjadi 50 persen,” ujar Eva, Jumat (10/4).

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat dalam mendorong sistem kerja fleksibel berbasis lokasi, tanpa mengganggu pelayanan publik.

Eva juga mengapresiasi kunjungan mendadak Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus yang melakukan monitoring langsung ke sejumlah titik layanan di Bandar Lampung.

“Kunjungan ini jadi bahan evaluasi bagi kami, terutama dalam meningkatkan kinerja ASN dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa penerapan kombinasi WFH dan work from office (WFO) bertujuan meningkatkan efisiensi serta efektivitas kerja ASN.

Ia menyebut, berdasarkan hasil sidak, pelayanan publik di Bandar Lampung tetap berjalan normal meski sebagian ASN bekerja dari rumah.

“Tidak ada pengurangan layanan. Baik di Mal Pelayanan Publik maupun unit layanan lainnya, semuanya tetap berjalan optimal,” tegasnya.

Wiyagus menambahkan, sejumlah sektor vital seperti layanan kesehatan, pemadam kebakaran, dan unit kedaruratan tetap diwajibkan bekerja penuh di kantor.

Selain itu, sistem pengawasan ASN tetap diperketat melalui absensi digital dan laporan kerja harian, guna memastikan produktivitas tidak menurun.(rm)

Related Posts