HeadlineLainnyaLampung Raya

Penyakit Jantung pada Anak Berisiko Picu Kerusakan Organ!

PENYAKIT Jantung pada anak terjadi karena kelainan atau gangguan pada struktur jantung yang merupakan bawaan sejak lahir. Sebagian besar kasus penyakit jantung pada anak tergolong tidak berbahaya. Namun, terdapat beberapa kasus yang lebih kompleks dan membutuhkan penanganan medis. Lantas, seperti apa gejala dan komplikasi dari penyakit jantung pada anak yang perlu diperhatikan? Mari kenali selengkapnya melalui penjelasan di bawah ini.

*Gejala Penyakit Jantung pada Anak
 

Anak yang mengalami penyakit jantung bawaan (PJB) memiliki kelainan pada struktur jantung. Kelainan tersebut bisa berupa adanya lubang atau defek pada sekat ruang jantung, penyempitan atau sumbatan pada katup atau pembuluh darah yang berasal atau bermuara ke jantung, serta kelainan bentuk pada jantung dan pembuluh darah. Kelainan struktur ini bisa terjadi secara tunggal atau dalam kombinasi.

Gejala dan tanda PJB dapat bervariasi tergantung pada jenis dan kompleksitas kelainan. Beberapa kasus dapat langsung terdeteksi sejak lahir, sementara yang lain mungkin hanya menunjukkan gejala ringan, seperti kesulitan menaikkan berat badan atau infeksi saluran pernapasan berulang, sehingga kelainan tersebut baru terdiagnosis pada usia dewasa.

Secara umum, penyakit jantung bawaan dideteksi setelah bayi lahir atau pada beberapa minggu pertama kehidupan. Sejumlah gejala yang biasanya ditemukan adalah:

*Pernapasan yang cepat (rapid breathing).

Sesak napas saat menyusu sehingga sulit menyebabkan kenaikan berat badan.

Bibir, lidah, atau kuku anak berwarna abu-abu pucat atau kebiruan (sianosis), tergantung pada warna kulitnya.

*Pembengkakan pada area sekitar mata, perut, atau kaki.

Penyakit jantung pada anak yang tidak begitu serius biasanya baru dideteksi ketika masa kanak-kanak. Berikut adalah beberapa gejala yang mengindikasikan masalah jantung yang lebih serius:

Mudah lelah saat berolahraga atau menjalani aktivitas fisik.

Mudah mengalami sesak napas saat berolahraga atau beraktivitas fisik.

Pingsan saat berolahraga atau beraktivitas.

Pembengkakan pada area tangan, pergelangan kaki, atau kaki.

*Gejala Penyakit Jantung pada Anak yang Perlu Diwaspadai
 

Umumnya, anak yang sudah bisa berkomunikasi akan menyampaikan bahwa ia merasakan sejumlah gejala penyakit jantung dan memberitahunya kepada orang tua atau dokter ketika menjalani pemeriksaan. Adapun gejala penyakit jantung pada anak yang biasanya dikeluhkan adalah sebagai berikut:

A. Palpitasi Jantung
Palpitasi jantung umumnya bukan termasuk kondisi yang berbahaya, utamanya ketika dideskripsikan sebagai jantung berdebar kencang saat tidak menjalani aktivitas fisik yang berat. Kondisi ini biasanya berlangsung dalam waktu singkat, setidaknya lima menit atau mungkin lebih lama.

Selain detak jantung yang kencang, anak bisa merasakan gejala lain, seperti nyeri dada dan pusing. Apabila anak merasakan detak jantung yang sangat cepat, maka diperlukan pemeriksaan atau evaluasi oleh dokter kardiologi untuk menemukan penyebabnya.

B. Nyeri Dada
Sebagian besar kasus nyeri dada yang dialami oleh anak-anak dan remaja tidak berbahaya. Namun, nyeri dada bisa berbahaya apabila terjadi saat beraktivitas fisik berat. Selain nyeri dada, kondisi ini biasanya disertai dengan pusing atau jantung berdebar.

C. Pingsan
Pingsan bukanlah sesuatu yang tergolong berbahaya dan sangat umum ditemukan karena satu faktor dan lainnya. Biasanya, anak pingsan karena terlalu lama berdiri di bawah terik matahari hingga penglihatan kabur dan kehilangan kesadaran sementara. Namun, apabila anak pingsan saat beraktivitas fisik yang berat atau mengikuti olahraga kompetitif, seperti sepak bola atau badminton, sebaiknya periksakan kondisinya ke dokter.

Pingsan dalam konteks ini bisa menjadi salah satu gejala penyakit jantung pada anak. Maka dari itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter apabila anak mengikuti kegiatan olahraga yang berat. Dokter akan merekomendasikan pemeriksaan fisik dan mengevaluasi kondisi anak sehingga kondisi kronis yang membutuhkan perhatian dapat diantisipasi lebih awal.

Komplikasi Penyakit Jantung pada Anak
Anak yang menderita penyakit jantung kronis akan lebih berisiko mengalami sejumlah komplikasi kesehatan sebagai berikut:

Masalah tumbuh kembang, seperti:

Keterlambatan bicara.

Gangguan pertumbuhan yang dapat menyebabkan kekurangan gizi.

Gangguan belajar.

Mengalami gangguan memori.

Low attention span atau kesulitan berkonsentrasi.

Kemampuan perencanaan yang buruk.

Cenderung gegabah dalam mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.

Infeksi saluran pernapasan (ISPA) berulang dengan gejala-gejala berikut:

Batuk disertai dahak dan lendir yang bisa menjadi parah.

Pernapasan cepat.

Sesak napas.

Mengi.

Hipertensi paru yang ditandai dengan gejala-gejala, seperti:

Pusing.

Nyeri dada.

Merasa akan pingsan.

Sesak napas.

Detak jantung cepat.

Kelelahan kronis (selalu merasa lelah dari waktu ke waktu).

Endokarditis yang diindikasikan dengan gejala-gejala berikut:

Demam.

Kehilangan nafsu makan.

Menggigil.

Nyeri otot dan sendi.

Sakit kepala.

Sesak napas.

Batuk yang tidak kunjung sembuh.

Berkeringat banyak saat malam hari.

Masalah irama jantung, seperti:

Aritmia (detak jantung tidak beraturan, bisa lebih cepat maupun lebih lambat). .

Atrial fibrilasi yang bisa terjadi seiring bertambahnya usia.

Gagal jantung yang ditandai dengan gejala-gejala berikut:

Kelelahan kronis.

Pembengkakan (edema) di perut, pergelangan kaki, tungkai, dan kaki.

Sesak napas baik saat beristirahat maupun beraktivitas.

Pembekuan darah yang berisiko menyebabkan emboli paru atau stroke.

Penyakit jantung pada anak bisa diindikasikan dengan gejala-gejala yang disebutkan di atas. Namun, tidak berarti semua gejala yang disebutkan dapat menandakan penyakit jantung. Kemungkinan gejala yang dialami anak justru mengarah pada kondisi medis lainnya. Untuk mendapatkan diagnosis dan rekomendasi penanganan yang tepat, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.

Dokter akan memeriksa dan menangani kondisi setiap pasien sesuai dengan kondisi medisnya. Prosedur diagnosis dan pengobatan pun akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas di masing-masing rumah sakit sehingga pelaksanaannya bisa berbeda-beda di satu lokasi dan lainnya.

Jika ingin memeriksakan kondisi jantung anak, Anda bisa memesan paket Skrining Jantung melalui aplikasi MySiloam. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur yang membantu Anda mengecek jadwal dokter, menjadwalkan konsultasi dengan dokter terkait, hingga mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda sekarang. (hs)

Related Posts