BANDAR LAMPUNG – Semangat perjuangan R.A. Kartini dihidupkan kembali oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Raden Intan Lampung melalui Seminar dan Parade Kebaya dalam rangka memperingati Hari Kartini. Kegiatan bertema Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045 itu berlangsung khidmat di Gedung Prodi PIAUD, Selasa, 28 April 2026.
Ketua Prodi PIAUD FTK UIN Raden Intan Lampung, Dr. Heny Wulandari, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini menjadi momen untuk mengambil inspirasi sekaligus menjaga dan memperjuangkan cita-cita R.A. Kartini yang telah dirintis sejak lama.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kemauan dan tekad kuat mahasiswa PIAUD untuk memperjuangkan hak-hak perempuan.
“Sebagai mahasiswa, tentunya kalian harus belajar dengan giat. Setelah lulus, isi kemerdekaan ini dengan menjadi perempuan berdaya, menjadi ibu yang baik bagi anak-anak, serta meneruskan cita-cita bangsa Indonesia,” ujarnya.
Wakil Dekan III FTK, Dr. Heru Juabdin Sada, M.Pd.I., dalam sambutannya menyoroti bahwa pada tahun 2026 persoalan perempuan masih dihadapkan pada berbagai bentuk penindasan dan perlakuan marginal. Karena itu, menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah positif dalam memperjuangkan hak-hak perempuan sekaligus mengambil teladan dari perjuangan R.A. Kartini.
Ia juga mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta berpesan agar mahasiswa terus menjaga kekompakan dan sinergi.
“Jadilah mahasiswa yang aktif dan produktif demi kemajuan fakultas, serta jalinlah hubungan baik dengan seluruh jajaran prodi. Keberkahan ilmu dan kehidupan yang didapatkan sangat dipengaruhi restu dan ridha guru,” katanya.
Menyikapi maraknya kasus kekerasan terhadap balita saat ini, ia menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam perlindungan anak. Ia juga berpesan agar mahasiswa PIAUD memiliki sifat keibuan, penuh kasih sayang, serta menjunjung nilai religius birrul walidain.
Pada seminar tersebut, Dr. Yunidar Cut Mutia Yanti, S.Sos., M.Sos.I., selaku Ketua PGSA hadir sebagai pemateri utama. Ia memaparkan materi mengenai esensi perempuan berdaya. Menurutnya, pemberdayaan perempuan mencakup kesadaran atas potensi diri untuk mandiri, berani mengambil keputusan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
Ia juga menyoroti pentingnya pemenuhan hak anak atas kelangsungan hidup serta perlindungan dari diskriminasi. Menurutnya, hal itu menjadi kunci utama dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Dekan III FTK, Ketua Prodi, Sekretaris Prodi, jajaran dosen PIAUD, serta ratusan mahasiswa.
Usai seminar, acara dilanjutkan dengan Parade Kebaya yang diikuti ratusan mahasiswa PIAUD. Parade busana tersebut dimulai dari Gedung PIAUD FTK, melintasi kawasan Embung, dan berakhir di Gedung Academic & Research Center Rektorat UIN Raden Intan Lampung.(*)

















