HeadlineHukum & KriminalLampung Raya

Janji tak Terbukti, Warga Purbolinggo Dilaporkan ke Polisi

LAMPUNG TENGAH – Akibat janji yang diterimanya tiada terbukti, seorang warga Kampung Tanjung Harapan, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah, berinisal L (56), melaporkan SN (61), warga Taman Sari, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur, ke polisi.

Asal-muasal perkara ini adalah SN menjanjikan kepada L bisa memasukkan anaknya menjadi PNS tanpa perlu bersusah payah mengikuti tes. Praktis tinggal duduk anteng, tahu-tahu mendapatkan NIP.
Tentu, untuk itu semua ada bayarannya. Keluarlah uang L sebanyak Rp 132 juta yang diberikan kepada SN.

Namun dalam pengumuman tes seleksi CPNS pada tahun 2019, kedua anak L dinyatakan tidak lolos seleksi. Karena merasa ditipu itulah akhirnya L mengadukan SN ke polisi.

“Kami telah melaporkan SN (61) yang merupakan warga Desa Taman Sari, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur ke Mapolres Lampung Tengah, pada tanggal 22 Juni 2023 lalu,” kata Dikki Kurnia Azis, SH, kuasa hukum L, Sabtu (6/1/2024) siang, usai dari Mapolres Lampung Tengah.

Ia menerangkan, modus operandi yang dijalankan SN adalah menjanjikan bisa meloloskan masuk CPNS dengan meminta sejumlah uang.

Kejadian ini berawal pada bulan Juni tahun 2018 silam. Saat itu, korban L berkenalan dengan pelaku dan mengaku bisa memasukkan kedua anak korban menjadi CPNS.

“Kepada korban, SN menyatakan bahwa dia memiliki saudara di Badan Kepegawaian Negara (BKN). Setelah itu korban mulai percaya dan tertarik atas apa yang disampaikan, kemudian korban menyerahkan uang sebesar Rp 132 juta lebih, kepada SN pada tahun 2018,” papar Dikki Kurnia aziz.

Namun faktanya, kedua anak korban tidak pernah mengikuti tes seleksi CPNS, dengan dijanjikan terima beres hingga muncul NIP dan resmi diterima sebagai PNS.

Selanjutnya, dalam pengumuman tes seleksi CPNS pada 2019, kedua anak korban dinyatakan tidak lolos seleksi.

“Karena tidak sesuai janjinya, korban meminta uang yang telah diberikan kepada SN. Namun yang bersangkutan tidak kunjung mengembalikan, sehingga korban membuat laporan polisi,” imbuhnya. (fjr)

Related Posts